Vaksin Halal Bagi Jemaah Haji Sulit Diproduksi
  2010-07-14 11:28:32
 

Penyediaan vaksin meningitis untuk jemaah calon haji Indonesia sampai saat ini masih diimpor. Produksi di dalam negeri masih belum dilakukan karena terkendala keharusan adanya predikat halal sesuai ketentuan syariat Islam.

''Kalau benihnya harus tidak pernah kontak dengan barang haram seperti enzim babi, itu sulit dilakukan, karena di dunia sudah tidak ada,'' ujar Direktur Utama PT. Bio Farma, Iskandar, usai konferensi pers gerakan 1000 donor darah, di PT. Bio Farma, Rabu (14/7/2010).

Menurut Iskandar, jika MUI mengijinkan adanya proses pencucian benih sesuai dengan konsep Islam, maka Bio Farma siap membuatnya.

Iskandar menambahkan, untuk bisa membuat vaksin meningitis yang sesuai dengan konsep halal islam, harus memulainya dari awal dan dibutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk bisa berproduksi.

''Itupun dengan kondisi penyakit meningitis yang akan diambilnya ada,'' tandas Iskandar.

Sampai sekarang, karena tidak bisa memproduksi, maka, pengadaan vaksin untuk jemaah calon haji itu pun masih diimpor, dengan status dibolehkan, karena kondisinya darurat.

Tahun ini, Bio Farma mengimpor 200 ribu vaksin, senilai 30 miliar rupiah, hasil kerjasama dengan salah satu produsen vaksin dari luar negeri, glaxo smith klein. Pengadaannya dilakukan mulai Juli ini, sampai dengan satu bulan sebelum keberangkatan para jemaah calon haji ke tanah suci.

( written by : roni ramdan )
  [ kembali ... ]