| Jelang Lebaran, Kebutuhan Uang Receh Meningkat | |
| 2010-07-24 15:35:40 | |
| Menjelang lebaran, kebutuhan akan uang recehan selalu meningkat. Terbitnya uang logam baru Rp 1000 dan uang kertas Rp 10.000 merupakan salah satu upaya BI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang receh. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, mengatakan menjelang momen keagamaan biasanya transaksi uang kecil menunjukkan trend peningkatan. Selain itu, penerbitan uang logam baru bernilai Rp1.000, menurut Darmin, bertujuan untuk meningkatkan penggunaan uang logam yang lebih awet dan efesien daripada uang kertas. ''Dalam satu tahun, uang kertas sudah lecek. Uang logam bisa bertahan hingga 15 tahun meski biaya pembuatannya lebih mahal,'' jelas Darmin. Sementara itu, Deputy Bidang VII Bank Indonesia, Budi Rohadi, menyatakan untuk uang logam nominal Rp1.000 baru, BI telah mencetak sekitar 300 juta keping dari target 719 juta keping pada akhir 2010. ''Untuk pecahan Rp10.000 baru dicetak 120 juta bilyet dari 820 juta bilyet yang direncanakan,'' tambahnya. Budi berharap sebelum akhir 2010, target pencetakan dua uang nominal Rp 1.000 dan Rp 10.000 bisa dipenuhi oleh Perum Peruri, sehingga kebutuhan uang pecahan tersebut menjelang lebaran tidak kekurangan. ( written by : roni ramdan ) |
|
| [ kembali ... ] |