| |
Saat makan, si buah hati idealnya tidak hanya memperoleh asupan berbagai nutrisi untuk perkembangan fisiknya, tapi juga mampu merangsang perkembangan mental dan intelektualnya. Hal itu dikatakan Brand Manager Baby Food Nestle Indonesia, Mirna Tri Handayani saat peluncuran Medutainment Zone dan Buku ”Senangnya Hatiku, Waktu Makan Tiba” di Bandung Super Mall, Bandung, Sabtu (30/7).
Mirna menjelaskan, Medutainment yang menggabungkan konsep meals (makan), education (pendidikan), dan entertaintment (hiburan) diharapkan memberikan informasi dan inspirasi yang dikemas secara kreatif bagi para ibu di Indonesia termasuk di Bandung untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
``Ini sesuai dengan visi Nestle dalam meningkatkan kualitas hidup bayi di Indonesia,``katanya.
Menurut pakar gizi, Erika Wasito, tingginya angka gizi buruk di Indonesia saat ini disebabkan kurangnya pemahaman orang tua akan pola makan yang benar. Karena itu, konsep medutainment diharapkan mendorong para ibu mengembangkan ide-ide kreatif bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam nutrisi dan stimulasi.
``Setiap anak memiliki keunikan dalam kecepatan dan pencapaian tumbuh kembangnya,``ujar Erika.
Dalam kesempatan itu, demi meluasnya konsep medutainment ini pihak Nestle memberikan 1.000 buku medutainment kepada Tim Penggerak Ketua PKK kota Bandung. Sebelumnya, sebanyak 50 ribu buku juga ditelah dibagikan dan disebar secara gratis melalui rumah sakit di seluruh Indonesia serta 3.000 buku kepada PKK kota Medan, Surabaya, dan Makasar.
Konsep medutainment, kata Erika, diharapkan bisa jadi pola makan ideal bagi anak Indonesia. Bagaimanapun waktu makan, harus menjadi saat yang menyenangkan bagi anak.
``Hargai keinginan buah hati dan jangan memaksa dengan kasar,``tambahnya. ( written by : Heri Heryana ) |