Floortime Bantu Kembangkan Mental Sehat Anak
  0000-00-00 00:00:00
 

(Bandung, 10 Maret 2009)

Komunikasi merupakan bagian penting dari kehidupan manusia. Dengan berkomunikasi, emosi dan pikiran manusia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Jalinan komunikasi yang baik dapat membantu manusia menyelesaikan berbagai persoalan hidupnya, termasuk membantu proses tumbuh kembang anak.

Dengan metode komunikasi yang tepat, maka anak akan tumbuh dengan mental yang sehat. Mental yang sehat dapat membantu anak untuk menguasai emosi dan pikirannya, sehingga nantinya, ia dapat bersosialisasi dengan baik.

''Metode Floortime dapat membantu anak untuk memiliki mental yang sehat,'' ujar Dewi Utama, seorang dokter spesialis anak praktisi Floortime, pada Roadshow Seminar Floortime di Hotel Grand Aquilla Bandung, 7 Maret lalu.

Menurut Dewi, Floortime merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat membantu tumbuh kembang anak melalui interaksi. Interaksi yang dijalin oleh orang tua dengan anaknya secara sistematis dan terpadu, merupakan bagian utama dari Floortime. Dalam FT, komunikasi yang baik merupakan kunci dari suksesnya pembentukan mental yang sehat.

''Orang tua harus meluangkan waktu sedikitnya 20 hingga 30 menit, untuk berinteraksi dengan anaknya. Luangkan secara total, jangan sampai kebersamaan dengan anak terganggu oleh urusan bisnis atau urusan lainnya,'' ujar Dewi.

Lebih lanjut, dokter asal Kota Bandung tersebut menjelaskan, saat melakukan Floortime, komunikasi yang dijalin disesuaikan dengan umur anak. Penyampaian komunikasi tidak boleh dipaksakan, tetapi harus menyesuaikan dengan kondisi anak pada saat itu.

''Orang tua harus bisa untuk membina komunikasi yang baik dengan anak. Jangan sampai menyakiti mereka. Bimbing anak untuk memahami hal-hal yang baik dan beri tantangan agar mereka mengusahakan pemecahannya,'' papar perempuan berjilbab tersebut.

Dewi menuturkan, komunikasi yang baik dan dapat dipahami oleh anak dapat membantu perkembangan sosiomotoriknya sehingga anak dapat memusatkan perhatian dengan baik, berpikir logis kreatif, memahami diri dan lingkungannya, memiliki rasa empati serta punya harga diri yang baik. Mereka pun dapat mengungkapkan berbagai perasaannya dengan nyaman.

Sementara itu, untuk orang tua, Floortime dapat mendekatkan ikatan emosional dengan anak, sehingga dapat menanamkan nilai-nilai moral kepada anaknya tanpa harus dipaksakan dan tidak segan menerapkan disiplin, serta dapat mencegahnya terjerumus hal-hal negatif, misalnya tindakan kriminal atau narkoba.

Dewi menjelaskan, Floortime dapat diterapkan kepada anak sejak ia dilahirkan. Hal terpenting dalam melakukan Floortime, komunikasi diberikan sesuai dengan usia mereka. Untuk itu, orang tua dituntut kreatif dan tetap semangat ketika menyampaikan pesan kepada anaknya.

Dewi menambahkan, Floortime dapat diterapkan kepada anak berkebutuhan khusus, misalnya anak yang autis, untuk mengurangi autismenya.

''Untuk anak dengan autisme, frekuensinya dalam satu hari harus lebih sering, bisa 8 sampai 10 kali. Sedangkan untuk anak yang hanya memiliki gangguan emosional tanpa autis, sekitar 3 sampai 4 kali dan untuk yang tidak memiliki gangguan apapun, cukup satu kali dalam sehari,'' tutur Dewi, seraya menambahkan bahwa Floortime dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, yang penting interaksi terjalin dengan baik dan pesan dapat dipahami oleh anak dengan baik pula.

( written by : roni ramdan )
  [ kembali ... ]