Manfaat Gangliosida Bagi Otak
  0000-00-00 00:00:00
 

(Bandung, 10 Maret 2009)

Kecerdasan merupakan modal tak ternilai bagi seorang anak untuk menjalani hidupnya. Kecerdasan yang diperoleh seorang anak merupakan hasil bentukan terhadap otak saat anak tersebut berada dalam kandungan hingga masa kanak-kanak. Pemberian nutrisi yang tepat dapat membantu perkembangan otak anak, yang merupakan pusat perkembangan tumbuh kembangnya.

Dr. Yohannes Tri Nugroho, dari Borromeus Children Medical Center (BCMC), dalam seminar Floor Time di Bandung, Sabtu (7/3/09), mengungkapkan, saat dilahirkan, setiap bayi memiliki 100 miliar sel otak. Namun belum semua sel otak tersebut terhubung dengan sempurna. Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas otak yang baik sel otak bayi harus saling terhubung dan berkembang.

Kekuatan dan jumlah sinapsis atau hubungan antar sel syaraf tersebut merupakan dasar untuk memorinya. Makin banyak sel syaraf yang terbentuk dan tersambung, makin besar kapasitas memorinya. Untuk membantu mengoptimalkan hubungan antarsel dapat dilakukan melalui pemberian nutrisi untuk otak dan stimulasi dari lingkungan. Salah satu nutrisi yang berperan pada perkembangan otak adalah gangliosida.

Yohannes mengatakan, Gangliosida dibutuhkan otak bayi karena membantu pembentukan sinapsis, yang merupakan penghubung antar sel-sel otak sehingga membantu proses belajar pada anak anak dengan menguatkan memori, sehingga pesan atau informasi dapat tersimpan dan terkirim secara optimal.

Gangliosida pada otak jumlahnya 15 kali lebih banyak dibanding yang ada pada organ tubuh lainnya, menunjukkan pentingnya GA pada fungsi otak.

Gangliosida terdapat dalam air susu ibu (ASI), susu sapi, hari, paru, ikan, daging, dan telur. Bayi yang diberi ASI memiliki jumlah gangliosida lebih tinggi pada otaknya dibanding bayi yang diberi susu formula biasa tanpa tambahan gangliosida. Untuk itu, disarankan, setiap bayi diberi ASI eksklusif, minimal selama enam bulan.

''Tidak ada yang bisa menggantikan ASI,'' ujar Yohannes, seraya menambahkan bahwa dengan memberikan ASI, seorang ibu akan memiliki kedekatan emosional dengan anaknya. Selain itu, ia akan terhindar dari kemungkinan terkena kanker payudara.

''Dengan menyusui, air susu yang terbentuk dikeluarkan. Karena jika tidak dikeluarkan, maka akan mengeras dan memicu pembentukan kanker payudara pada ibu yang tidak menyusui,'' jelas Yohannes.

( written by : roni ramdan )
  [ kembali ... ]